Kamis, 26 Juli 2012

Fenomena Selebriti Korea Selatan yang Bunuh Diri


Daftar selebriti yang mengakhiri hidup di Korea Selatan sangat panjang. Dari penyanyi, aktor, sampai pembaca berita. Apa alasan mereka dengan begitu mudah mengakhiri hidup?? Sebagian besar alasan bunuh diri tersebut karena depresi yang berkepanjangan.


Terakhir berita bunuh diri datang dari aktris cantik Jung Ah Yool pada 12 Juni 2012 lalu. Ah Yool dinyatakan depresi karena punya masalah keuangan akibat honor drama seri yang dibintanginya tak kunjung dibayar. Di usianya yang baru 25 tahun, Ah Yool pun memutuskan untuk menggantung diri di rumahnya sendiri.

Ah Yool ditemukan oleh aparat setempat sehari setelah dia memposting tentang duka laranya di akun Facebook pribadinya. Ah Yool segera dilarikan ke rumah sakit terdekat sesaat setelah ditemukan. Namun sayangnya nyawanya tidak tertolong lagi.


Jung Ah Yool menulis di halaman Facebooknya :
"Saya bangun pagi ini dan membuka mata dan saya merasa saya sedang berdiri sendirian di padang pasir... Saya telah mengurus diri saya sendiri sejak saya berusia 19 tahun, tapi tiba-tiba... di kamarku, dimana saya tidak memiliki tempat untuk bergantung..." tulisnya pada tanggal 10 Juni 2012 seperti dilansir Soompi.
Sehari sebelum dia ditemukan tewas, yaitu tanggal 11 Juni 2012, Ah Yool kembali menulis status :
 "Tidak ada yang bisa menghibur saya".
Melihat bagaimana dia menulis status-status di halaman Facebooknya seperti mengindikasikan bahwa Ah Yool benar-benar depresi dengan kehidupannya.


Berbeda dengan kasus mantan personil SG Wannabe, Chae Dong Ha yang juga ditemukan tergantung di rumahnya pada 27 Mei 2011. Dong Ha yang berusia 30 tahun ini diketahui tewas bunuh diri setelah manajernya mengaku tak bisa menghubunginya. Manajer Dong Ha pun panik lalu meminta bantuan polisi untuk mencari Dong Ha.

Kenyataan pahit yang mengejutkan pun harus diterima ketika Chae Dong Ha ditemukan sudah tak bernyawa lagi di kediamannya di Bulkwang-dong, Korea. Menurut agensinya, Dong Ha memang sudah lama menderita depresi. Akibat depresi yang dialaminya, Dong Ha harus menjalani masa istirahat setelah menyelesaikan promosi album 'Essay' di Jepang.

Kabar yang beredar menyebutkan kalau Chae Dong Ha mengalami depresi sejak ditinggal mati mantan manajernya. Pria yang membantu karirnya itu meninggal dua tahun lalu akibat bunuh diri dengan cara menghisap gas di sebuah kamar motel. "9 Juni 2009, dia tidak lagi di sampingku. Separuh hatiku telah hilang. Namun tetap 'Hyung, kamu harus berbahagia oke? Berjanji padaku kalau kamu akan bahagia,'" tulis Dong Ha untuk sang mantan manajer yang telah meninggalkannya.


Jadi korban pelecehan seksual oleh orang-orang besar di dunia hiburan jadi alasan Jang Ja Yeon untuk bunuh diri pada 7 Maret 2009. Sebelum meninggal dia menulis 7 halaman soal pelecehan seksual yang dialaminya demi mendapatkan peran. Dalam tulisannya, Ja Yeon juga menulis lebih dari 20 nama besar di dunia hiburan dan petinggi media yang pernah melecehkan atau menyiksanya secara fisik.

Tulisan Jang Ja Yeon dalam dokumen yang ditemukan oleh polisi :
"Tolong balas dendam. Para pria yang datang untuk menerima layanan, sangat jahat. Aku dipaksa untuk melayani lebih dari 100 kali. Setiap kali aku mendapatkan baju baru untuk dipakai, aku harus bertemu dengan setan yang lain".
"Tidak hanya di Kangnam, tapi aku juga dipaksa melayani di Suwon Karaoke dan berbagai ruangan salon. Bahkan pada hari peringatan (kematian) orang tuaku, aku dipaksa melayani. Karena aku telah membuat daftarnya, aku akan membalas sampai mati. Bahkan jika aku mati, aku akan membalas dendam sampai ke liang kubur".
Sementara itu, pada bulan November 2010, lembaga perwakilan Jang Ja Yeon, Kim (41) dan manajer Yoo (31) terbukti terlibat dalam kasus yang menyebabkan Jang Ja Yeon bunuh diri. Kim dan Yoo masing-masing menerima hukuman percobaan selama 2 tahun penjara dan 160 jam pelayanan masyarakat. 


Patah hati juga bisa menjadi salah satu sebab artis Korea Selatan bunuh diri. Pembaca berita dari stasiun televisi MBC, Song Ji Sun bunuh diri setelah diputuskan sang kekasih yang seorang atlet baseball, Im Tae Hoon.

Song Ji Sun ditemukan meninggal setelah melompat dari apartemennya. Pembaca berita stasiun MBC itu terjun dari tingkat 19 Seocho-dong Officetel, pada 23 Mei 2011 pukul 13.44 waktu Korea Selatan.

Ji Sun mengeluarkan pernyataan bahwa dirinya telah bercinta dengan Im Tae Hoon selama 1 tahun lebih, namun disangkal oleh lelaki itu. Di jejaring sosial Ji Sun sempat menulis, "Jika tidak boleh membawaku kepadamu, setidaknya beri aku kekuatan. Hatiku sakit, dan aku sudah meminum pil tidur untuk ketiga kalinya", tulisnya pada tanggal 7 Mei 2011.

"Maafkan atas kata-kataku. Aku tidak faham komputer, jadi tidak tahu cara menghapus aku. Aku hanya mau menyampaikan permohonan maaf. Sungguh, aku di dunia maya bukan yang sebenarnya. Aku akan menyampaikan kebenaran itu, segera", status terakhirnya yang ditulis pada 21 Mei 2011. Apakah peristiwa bunuh diri ini yang dimaksud kebenaran oleh Ji Sun?? Wallahu Alam.


Lain mereka lain juga dengan bintang populer yang membintangi 'Winter Sonata' Park Yong Ha. Yong Ha memutuskan mengakhiri hidupnya dengan menggantung dirinya memakai kabel charger ponsel di rumahnya pada 30 Juni 2010. Konon dia mengakhiri hidupnya karena tak tega melihat sang ayah yang sakit parah karena menderita kanker perut akut.

"Seharusnya aku yang sakit dan bukannya ayah. Aku minta maaf," demikian pesan terakhir Yong Ha sebelum meninggal dunia. Yong Ha juga sempat meminta maaf pada seluruh anggota keluarganya.

Nama-nama besar seperti Sunye (Wonder Girls), Daesung (Big Bang), bahkan bintang kelas dunia Rain juga ternyata pernah punya pikiran untuk mengakhiri hidup. Bagaimana mereka bisa bertahan?


Rain menyatakan keinginannya untuk bunuh diri saat persiapan menjelang syuting film Hollywood 'Ninja Assassin' pada 2008. Jauh dari keluarga dan harus menghabiskan waktu sendirian membuat pikiran ekstrem itu muncul.

Rain mengisahkan kesulitannya selama tinggal di Amerika tersebut di KBS 'Win Win' pada April 2012 lalu. Rain harus diet ketat dengan makan segigit lemon, segigit bawang merah, segigit apel, dan dada ayam yang disiapkannya sendiri. Rain juga harus menjalani serangkaian latihan bela diri. Ditambah harus mengingat skenario berbahasa Inggris, dia pun merasa tertekan, terutama saat hari raya tiba.

"Berjuang dengan kesendirian, saat itu sedang Natal dan aku bertanya pada diriku sendiri kenapa aku ada di sini. Apa yang akan kulakukan di Hollywood? Film apa yang kupilih? Hal-hal seperti itu selalu berujung pada aku ingin menyerah," paparnya.

"Saat itu aku selalu berpikir bagaimana jika aku bunuh diri saja. Karena aku begitu kesepian dan depresi. Aku juga masih harus mengikuti jadwalku memakai pesawat. Aku selalu berharap semoga pesawatnya jatuh," sambungnya.

Selain karena depresi, bagi Rain keinginan untuk bunuh diri itu muncul karena dia ingin dikenal sebagai seseorang yang hidup dengan berbagai prestasi. Dia terlalu takut gagal dan ingin hanya memberikan kesan baik pada semua orang.

Lalu apa yang membuatnya bertahan dan tak jadi mengakhiri hidup?

"Karena aku belum menikah. Sangat menyedihkan kalau aku mati sebelum menikah. Aku sebenarnya orang dengan keinginan kuat. Aku tak tahu perasaan depresi bisa menimbulkan keinginan untuk bunuh diri. Akhirnya setelah 8 bulan syuting selesai. Aku merasa sangat kosong secara spiritual tapi aku sangat bangga pada diriku. Sangat berkesan walaupun aku tak yakin aku akan sukses," paparnya.


Selain Rain, ada Sunye yang mengaku ingin bunuh diri setelah lama training di JYP Entertainment namun tak kunjung debut. Ditambah lagi kondisi ekonomi keluarga yang sulit karena sang ayah sakit keras membuat Sunye takut akan masa depan.

Sunye yang saat itu duduk di bangku SMA kemudian mengikuti sebuah audisi yang digelar sekolahnya. Namun karena kondisinya sedang tak baik, dia pun gagal.

"Aku benar-benar mengacaukan audisiku, kembali ke rumah, menangis dan mempertanyakan identitasku. Aku mulai memikirkan ide untuk bunuh diri," kisah Sunye dalam SBS 'Strong Heart' beberapa waktu lalu.

Sunye kemudian membuka kotak obat dan mengambil beberapa botol pil secara acak. Dia minum segenggam pil sekaligus, berharap mati karena overdosis. Namun kemudian dia menyesal dan langsung lari ke dokter. Beruntung dokter menyatakan dirinya baik-baik saja.

"Semua orang pernah merasakan hal seperti itu. Terutama saat puber ketika remaja merasa hilang dan bingung karena tak menemukan dirinya sendiri. Tapi yang terpenting adalah belajar mencintai dirimu," sambung Sunye.


Sementara bagi Daesung, keinginan bunuh diri muncul setelah tak sengaja menabrak orang hingga meninggal dunia tahun lalu. Daesung merasa sangat bersalah sehingga tak berani lagi menatap dunia.

Belum lagi komentar orang-orang yang menghakimi dirinya sebagai 'pembunuh'. Daesung mengaku sangat terluka. Dia tak mampu bertemu orang tua, tak mau makan, dan menangis setiap hari.

"Aku tahu aku seharusnya tak melakukan itu (bunuh diri). Tetapi setelah membaca komentar orang, aku mulai memiliki pemikiran ekstrem. Aku tahu itu salah tapi aku merasa semua orang menginginkan aku mati," ujar Daesung dalam SBS 'Healing Camp'.

Beruntung bagi Daesung, keluarga korban juga mendukungnya untuk tetap semangat. Dia juga mendekatkan diri pada Tuhan dan sesering mungkin tinggal di gereja untuk berdo'a.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar